Rabu, 10 April 2013

Setahun Wajah Hukum Indonesia


Setahun Wajah Hukum Indonesia
Jakarta - Carut marut pelanggaran hukum sepanjang 2012 ternyata terjadi peningkatan dibanding tahun tahun sebelumnya.

Divisi Advokasi Pukat UGM, Oce Madril mencatat sepanjang 2012 persoalan persoalan hukum cenderung sama dari tahun ke tahun seperti skandal hukum di lembaga negara, penegak hukum (Polri,MA), pelanggaran HAM dll.

Yang menarik kata Oce, sepanjang 2012 korupsi yang di lakukan Pemda dan pemprov cenderung meningkat terutama pengelolaan di APBD dan APBN.
"Tahun ini merupakan tahun kongkalikong modusnya mafia anggaran proyek di APBN/APBD"kata Oce.

Pukat UGM juga mencatat,beberapa Kementrian yang sarat indikasi korupsi al Kemenpora(Hambalang),ESDM,Kemenakertrans,Kemenkes serta Kemendiknas.

"Namun baru tahun ini KPK berhasil membongkar skandal hukum di lingkup penegak hukum spt kasus Simulator SIM dan skandal MA,ini sebuah prestasi"tegas Oce. 

Sementara itu berdasarkan catatan Pukat UGM, Partai Demokrat menjadi sorotan publik belakangan ini, pasalnya ada beberapa anggotanya terlibat korupsi dalam proyek pembangunan di Indonesia. Mantan menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Malaranggeng menjadi anggota penutup di akhir tahun ini yang menjadi tersangka dan ditetapkan oleh KPK.

Divisi Advokasi Pukat UGM, Oce Madril mengatakan secara umum korupsi itu melekat pada kekuasaan. Disetiap parpol ada kemungkinan masuk dalam perangkap korupsi itu. "Berdasarkan catatan kami, 10 anggota DPR dijerat korupsi, 6 dari Partai demokrat. Kalau dibandingkan dengan periode sebelumnya, memang agak banyak dan agak ugal-ugalan mafia di Banggar," ujar Oce 

Menanggapi kasus mantan Menpora Andi malarangeng,Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat, Hinca Panjaitan, menjelaskan pengunduran diri Andi menunjukkan bahwa dia mempunyai jiwa besar untuk mempertangungjawabkan perbuatannya. Dia bahkan mundur saat tahu bahwa dia dicekal, sebelum surat pencekalan itu dikirim dan sebelum ditetapkan sebagai tersangka.

"Ini menunjukan bahwa kader partai Demokrat bisa melakukan langkah kesatria seperti itu. Jadi kalau ada yang meminta agar kader partai yang bermalasah harus mundur, partai kami sudah melakukannya," kata Hinca.

Pendapat lain dikemukakan Komisioner Komisi Yudisial (KY), Jaja Ahmad Jayus, mengatakan, korupsi bukanlah suatu hal yang berbahaya dalam sistem demokrasi di Indonesia, namun ada yang lebih berbahaya dari korupsi yakni KN (Korupsi/Nepotisme)

Alasannya, walaupun korupsi diberantas tapi masih ada kolusi dan nepotisme pasti korupsi akan muncul kembali.
 
"Jika ingin memberantas korupsi harus juga memberantas kolusi dan nepotisme, karena korupsi lebih kecil dibandingkan kolusi dan nepotisme," kata Jaja.
Bahaya kolusi dan nepotisme ini, sambung dia, ketika membicarakan suatu anggaran senilai Rp1 triliun yang nantinya harus melalui persetujuan anggota dewan dan terjadi kongkalikong dengan kolusi dan nepotisme, maka akan menyebabkan anggaran tersebut dapat berkurang.
 
"Anggaran tersebut dapat berkurang hingga 20 persen, dan inilah yang lebih berbahaya dari korupsi," tegasnya

Sementara itu Pakar hukum Unika Atmajaya Surya Chandra berpendapat, partai politik merupakan bagian dari elite yang berusaha mempertahankan status quo.
Saat ini seluruh perangkat hukum sudah di bajak oleh elite elite yang berada di luar maupun dalam lingkar kekuasaan.

"Sehingga ada istilah kalo korupsi terus ketangkep itu lagi sial aja!" Kelakar Surya.

Kedepan kata Surya, untuk memberantas praktek KKN, tidak cukup hanya KPK seorang, tetapi diperlukan gerakan kerakyatan termasuk peran dari Media untuk terus mem blow up kasus kasus Korupsi.

Oke, diatas ini adalah artikel yang membahas tentang masalah korupsi.
Menurut saya, berbicara masalah korupsi tidak akan pernah habis jika masih terdapat kolusi. Apa sih itu Kolusi?
Kolusi adalah suatu kerja sama secara melawan hukum antar penyelenggara Negara atau antara penyelenggaraNegara dan pihak lain yang merugikan orang lain, masyarakat, dan atau Negara.
Dari data korupsi politik tahun 2012 yang dimiliki ICW, Partai Golkar menduduki peringkat pertama sebagai partai dengan kader paling banyak terjerat kasus korupsi (14 orang). Peringkat selanjutnya adalah Partai Demokrat (10 orang), PDI-P (8 orang), Partai Amanat Nasional (5 orang), dan Partai Kebangkitan Bangsa (4 orang).
Sudah terbukti bahwa para pemimpin kita tidak bisa memimpin dirinya sendiri.
Kalau dihubungan ke Pancasila yang berisi:
1. Ketuhanan yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Sudah dipastikan Indonesia ini tidak berpedoman kepada Pancasila.

1. Ketuhanan yang Maha Esa: Jika para koruptor tersebut memiliki tuhan yang di percaya mereka tidak akan berani melakukan hal sekeji itu yang sangat merugikan orang lain apalagi merugikan dalam jumlah banyak (Indonesia).

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab: Apakah masih pantas para korupsi itu dibilang manusia yang adil dan beradab? Masalah uang saja mereka lebih memikirkan dirinya sendiri dibanding orang lain.

3. Persatuan Indonesia: Tidak ada persatuan Indonesia, yang ada persatuan uang diIndonesia dengan cara yang tidak layak.

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyaawaratan perwakilan: Apakah seorang pemimpin yang korupsi memiliki suatu kebijaksanaan?Tidak. Kebijaksanaan dalam kebohongan yang mereka perbuat demi kepuasan mereka sendiri.

5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia: Yang sudah dibahas di pancasila nomor 2, para koruptor tersebut lebih memilih kesenangan mereka sendiri daripada memikirkan orang lain apalagi Indonesia?Menurut mereka uang adalah segalanya, dengan uang mereka bisa membeli apa saja. Hukum saja bisa dibeli dengan uang.

Koruptor yang sudah melakukan korupsi tersebut akhirnya hanya diberi hukuman yang cukup ringan karena dipotong ini itu entah apa nya yang dipotong tapi ya seperti itu mereka hanya diberi hukuman sekitar 6-12bulan. Pembunuh saja bisa dihukum bertahun-tahun. Dimana keadilannya? Lucu ya Indonesia ini.

Cukup sekian dari saya. Terima Kasih


Sumber: 10/04/2013.http://www.sindotrijaya.com/polemik/detail/42/setahun-wajah-hukum-indonesia#.UWVCFxeeOuI


Rabu, 03 April 2013

SUKU BADUI.

Hallo kali ini saya akan menulis tentang salah satu suku di Indonesia. Apa yah?Suku Batak?Toraja?Jawa?Betawi?Asmat?Badui?. Sebelumnya liat gambar ini dulu.



Dari segi pakaian sudah terlihat itu adalah Suku........Badui.
Disini saya mau menjelaskan asal asul Suku Badui dulu.

ASAL USUL
Sebutan suku Baduy menurut cerita adalah asalnya dari kata Badui, yakni sebutan dari golongan/ kaum Islam yang maksudnya karena suku itu tidak mau mengikuti dan taat kepada ajaran agama Islam, sedangkan disaudi Arabia golongan yang seperti itu disebut Badui maksudnya golongan yang membangkang tidak mau tunduk dan sulit di atur sehingga dari sebutan Badui inilah menjadi sebutan Suku Baduy.

Keberadaan masyarakat Baduy sendiri sering dikaitkan dengan Kerajaan Sunda (Pajajaran) di abad 15 dan 16. Saat itu, kerajaan Pajajaran yang berlokasi di Bogor memiliki pelabuhan dagang besar di Banten, termasuk alamnya perlu diamankan. Nah, tugas pengamanan ini dilakukan oleh pasukan khusus untuk mengelola kawasan berhutan lebat dan berbukit di wilayah Gunung Kendeng tersebut. Keberadaan pasukan ini yang diyakini sebagai cikal bakal suku Baduy.


AGAMA
Kepercayaan masyarakat Kanekes yang disebut sebagai Sunda Wiwitan berakar pada pemujaan kepada arwah nenek moyang (animisme). Yap benar mereka menyembah nenek moyang.
Namun ada juga sebagian masyarakat Baduy Kanekes yang memeluk agama Islam dan Budha. Yang paling pokok dalam sistem kepercayaan mereka, apapun agamanya adalah bahwa segala macam sesuatu yang berkaitan dengan pola kehidupan mereka tidak boleh atau pantang untuk diubah. Moto masyarakat Kanekes adalah “Lojor henteu beunang dipotong, pendek henteu beunang disambung”, mereka menganggap segala hal yang sudah ada di dunia ini tidak boleh diubah dalam bentuk apapun, sehingga mereka tidak menerima kemajuan dalam bentuk apapun.


MATA PENCAHARIAN
Sedangkan mata pencaharian masyarakat Baduy adalah menjadi petani. Petani di Kanekes tidaklah sama seperti petani pada umumnya karena mereka tidak membajak untuk menggemburkan tanah, tidak membuat sengkedan untuk pengairan dan lain-lain. Mereka menanam secara apa adanya, tidak mengubah atau mengolah tanah. Sistem kepercayaan mereka yang mendorong mereka berlaku demikian. Hal ini berkautan dengan semboyan mereka diatas, bahwa apa yang sudah ada tidak boleh dirubah-rubah dalam bentuk apapun. Sehingga dalam hal pertanian pun mereka tidak mengubah tanah.
Ini adalah contoh gambarnya.

Sepertinya ini adalah salah satu anak Suku Badui yang sudah bekerja menjadi petani untuk membantu perekonomian keluarga mereka.

Ibu-ibu di Suku Badui juga ada yang menenun sebagai mata pencaharian mereka atau sekedar hobi.


Sudah tau kan beberapa dari Suku Badui yang cukup terkenal ini, semoga membantu.



Referensi: http://semangatku.com/873/sosial-budaya/mengenal-suku-baduy/


Rabu, 16 Januari 2013

Kiss You

And if you you want me to lets make a move, yeah...
want to see the lyrics next? please see the video clip below

Selasa, 15 Januari 2013

Justin Bieber - As Long As You Love Me/Beauty And A Beat

favorite songs, favorite idol. Justin aaaaaaa very hot!!!
 



Rabu, 09 Januari 2013

Prasangka Diskriminasi dan Etnosentrisme


Prasangka berarti membuat keputusan sebelum mengetahui fakta yang relevan mengenai objek tersebut. Awalnya istilah ini merujuk pada penilaian berdasar ras seseorang sebelum memiliki informasi yang relevan yang bisa dijadikan dasar penilaian tersebut. Selanjutnya prasangka juga diterapkan pada bidang lain selain ras. Pengertiannya sekarang menjadi sikap yang tidak masuk akal yang tidak terpengaruh oleh alasan rasional
John E. Farley mengklasifikasikan prasangka ke dalam tiga kategori.
Prasangka kognitif, merujuk pada apa yang dianggap benar.
Prasangka afektif, merujuk pada apa yang disukai dan tidak disukai.
Prasangka konatif, merujuk pada bagaimana kecenderungan seseorang dalam bertindak.
Beberapa jenis diskriminasi terjadi karena prasangka dan dalam kebanyakan masyarakat tidak disetujui.

Perbedaan Prasangka dan Diskriminasi
Prasangka adalah sifat negative terhadapsesuatu. Dalam kondisi prasangka untuk menggapai akumulasi materi tertentu atau untuk status
social bagi suatu individu atau suatu kelompok social tertentu.

Seorang yang berprasangka rasial biasanya bertindak diskriminasi terhadap ras yang diprasangkanya. 

Etnosentrisme

Suku bangsa ras cenderung menganggap kebudayaan sebagai salah satu yang prima, riil,
logis, sesuai kodrat alam,dsb. Etnosentrisme merupakan gejala social yang universal.
Etnosentrik merupakan akibat etnosentrisme penyebab utama kesalah pahaman berkomunikasi. Etnosentrisme dapat dianggap sebagai sikap Chauvinisme pernah dianut orang – orang Jerman zaman Nazi.

Sebab Timbulnya Prasangka :
Berlatar belakang sejarah.
Dilatar belakangi oleh perkembangan sosiokultural dan situsional.
Bersumber dari factor kepribadian.
Berlatar belakang dari perbedaan keyakinan dan agama

Daya Upaya Untuk Mengurangi Prasangka dan Diskriminasi

Perbaikan kondisi social ekonomi, pemerataan pembangunan, dan usaha
peningkatan pendapatan bagi WNI yang masih di bawah garis kemiskinan.
Perluasan kesempatan belajar.
Sikap terbuka dan lapang harus selalu kita sadari.

Contoh Kasus :

Masalah diskriminasi antara umat Muslim dan Nasrani yang terjadi di Poso.
Kasus Tibo adalah sebuah kasus mengenai penyelesaian Kerusuhan Poso. Tibo sendiri merupakan salah satu terdakwa dari tiga terdakwa dalam kasus ini. Tiga orang terdakwa dalam kasus ini adalah Fabianus Tibo, Dominggus da Silva, dan Marinus Riwu. Mereka ditangkap pada Juli dan Agustus 2000. Dan dijatuhi vonis mati pada April 2001 di Pengadilan Negeri Palu, dan ditegaskan kembali dengan Pengadilan Tinggi Sulawesi Tenggara pada 17 Mei 2001. Pengadilan memutuskan bahwa mereka bersalah atas tuduhan pembunuhan, penganiayaan, dan perusakan di tiga desa di Poso, yakni Desa Sintuwu Lemba, Kayamaya, dan Maengko Baru.

Referensi:
http://muhammadyusup92.blogspot.com/2012/01/prasangka-diskriminasi-dan.html

Ilmu pengetahuan tekhnologi & Kemiskinan


ILMU PENGETAHUAN
            Ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia  dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Tanpa ilmu pengetahuan manusia tidak bisa hidup di dunia, karena ilmu lah yang menuntun dan mengajarkan semua hal baru pada manusia.
Untuk mencapai suatu pengetahuan yang ilmiah dan obyektif diperlukan sikap yang bersifat ilmiah, yang meliputi empat hal yaitu :
1.    Tidak ada perasaan yang bersifat pamrih sehingga menacapi pengetahuan ilmiah yang obeyktif
2.    Selektif, artinya mengadakan pemilihan terhadap problema yang dihadapi supaya didukung oleh fakta atau gejala, dan mengadakan pemilihan terhadap hipotesis yang ada
3.    Kepercayaan yang layak terhadap kenyataan yang tak dapat diubah maupun terhadap indera dam budi yang digunakan untuk mencapai ilmu
4.    Merasa pasti bahwa setiap  pendapat, teori maupun aksioma terdahulu telah mencapai kepastian, namun masih terbuka untuk dibuktikan kembali.


TEKNOLOGI
Teknologi adalah metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis ilmu pengetahuan terapan atau dapat pula diterjemahkan sebagai keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yg diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.






Fenomena teknik pada masyarakat kini, menurut Sastrapratedja (1980) memiliki ciri-ciri sebagia berikut :
1.    Rasionalistas, artinya tindakan spontan oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan rasional
2.    Artifisialitas, artinya selalu membuat sesuatu yang buatan tidak alamiah
3.    Otomatisme, artinya dalam hal metode, organisasi dan rumusan dilaksanakan secara otomatis. Demikian juga dengan teknik mampu mengeliminasikan kegiatan non teknis  menjadi kegiatan teknis
4.    Teknik berkembang pada suatu kebudayaan
5.    Monisme, artinya semua teknik bersatu, saling berinteraksi dan saling bergantung
6.    Universalisme, artinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ediologi, bahkan dapat menguasai kebudayaan.

KEMISKINAN
Banyak pengertian dari kemiskinan, di antaranya adalah :
BADAN PUSAT STATISTIK
Kemiskinan adalah suatu kondisi seseorang yang hanya dapat memenuhi makanannya kurang dari 2100 kalori per kapita per hari

BADAN KOORDINASI KELUARGA BERENCANA NASIONAL
Kemiskinan adalah keluarga miskin prasejahtera apabila:
Tidak dapat melaksanakan ibadah menurut agamanya.
Seluruh anggota keluarga: tidak mampu makan dua kali sehari.
Seluruh anggota keluarga tidak memiliki pakaian berbeda untuk di rumah, bekerja/sekolah dan bepergian.
Bagian terluas dari rumahnya berlantai tanah.
Tidak mampu membawa anggota keluarga ke sarana kesehatan.

Ciri Kemiskinan
Apabila kita amati, mereka yang hidup dibawah garis kemiskinan memiliki cirri-ciri sebagai berikut :
a. Mereka umumnya tidak mempunyai factor produksi sendiri seperti tanah yang cukup, modal dan keterampilan.
b. Mereka tidak memiliki kemungkinan untuk memperoleh asset produksi dengan kekuatan sendiri. Pendapatan tidak cukup untuk memperoleh tanah garapan atau modal usaha.
c. Tingkat pendidikan mereka rendah, tidak sampai tamat SD atau SLTP. Waktu mereka tersita habis untuk mencari nafkah sehingga tidak ada waktu untuk belajar.
d. Kebanyakan mereka tinggal di pedesaan
e. Kebanyakan dari mereka yang hidup di kota, masih berusia muda dan tidak mempunyai keterampilan yang mumpuni dan pendidikan yang layak untuk bersaing di kota. Sehingga banyak dari mereka bekerja sebagai buruh kasar, pedagang musiman, tukang becak, pembantu rumah tangga. Beberapa dari mereka bahkan jadi pengangguran atau gelandangan.


Herbert J. Gans mengkaji fungsi orang miskin dalam The Uses of Proverty. Dia menyebutkan tiga belas fungsi orang miskin, lima dari tiga belas fungsi tersebut ialah :
1.Kemiskinan memberikan tenaga kerja untuk pekerjaan kotor, tidak terhormat, berat, berbahaya, tetapi dapat dibayar murah. Orang miskin diperlukan untuk membersihkan got-got mampet, membuang sampah, menaiki gedung tinggi, bekerja dipertambangan yang lingkungannya rawan bencana(longsor, dll)
2.Kemiskinan menambah atau memperpanjang nilai guna suatu barang atau jasa, contohnya baju bekas yang tidak terpakai dapat dijual kepada orang miskin.
3.Kemiskinan mensubsidi berbagai kegiatan ekonomi yang menguntungkan orang-orang kaya.
4.Kemiskinan menyediakan lapangan pekerjaan bagi orang lain. Adanya orang miskin melahirkan pekerjaan tukang kredit (barang maupun uang), perjudian, aktivis LSM (yang menyalurkan bantuan dari donatur selama mereka belum bekerja dikantoran).
5.Orang miskin dijadikan tumbal pembangunan. Demi ketertiban banyak rumah digusur tanpa ganti rugi, banyak pedagang asongan ditangkap, dagangannya diambil tanpa ganti rugi.
                                                                                                                   
Referensi:

Masyarakat kota&Masyarakat desa

PENGERTIAN MASYARAKAT

 

Masyarakat adalah sejumlah manusia yang merupakan satu kesatuan golongan yang berhubungan tetap dan mempunyai kepentingan yang sama. Seperti; sekolah, keluarga, perkumpulan, Negara semua adalah masyarakat

 

Menurut beberapa ahli :

1. Menurut Selo Sumardjan masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.

2. Menurut Karl Marx masyarakat adalah suatu struktur yang menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan akibat adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terbagi secara ekonomi.

3. Menurut Emile Durkheim masyarakat merupakan suau kenyataan objektif pribadi-pribadi yang merupakan anggotanya.

4. Menurut Paul B. Horton & C. Hunt masyarakat merupakan kumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu yang cukup lama, tinggal di suatu wilayah tertentu, mempunyai kebudayaan sama serta melakukan sebagian besar kegiatan di dalam kelompok / kumpulan manusia tersebut.

 

PENGERTIAN MASYARAKAT PERKOTAAN

Masyarakat perkotaan sering disebut urban community. Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan.

 

TIPE – TIPE MASYARAKAT

1. Masyarakat Paksaan, misalnya Negara, masyarakat tawanan, dan lain-lain
2. Masyarakat Merdeka, yang terbagi dalam :
            - Masyarakat Nature, yaitu masyarakat yang terjadi dengan sendirinya, seperti gerombolan, suku, yang bertalian dengan hubungan darah atau keturunan .
            - Masyarakat Kultur, yaitu masyarakat yang terjadi karena kepentingan keduniaan atau kepercayaan, misalnya koperasi, kongsi perekonomian, gereja dan sabagainya.

 

 

CIRI –CIRI MASYARAKAT KOTA

 

1. Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa
2. Orang kota paa umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Yang penting disini adalah manusia perorangan atau individu
3. Pembagian kerja di antra warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata
4. Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa
5. Interaksi yang terjadi lebih banyak terjadi berdasarkan pada faktor kepentingan dari pada faktor pribadi
6. Pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan individu
7. Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh dari luar.

 

PERBEDAAN ANTARA DESA DAN KOTA

 

1. Jumlah dan kepadatan penduduk
2. Lingkungan hidup
3. Mata pencaharian
4. Corak kehidupan sosial
5. Stratifikasi sosial
6. Mobilitas sosial
7. Pola interaksi sosial
8. Solidaritas sosial
9. Kedudukan dalam hierarki administrasi nasional

 

HUBUNGAN DESA DAN KOTA

 

Masyarakat pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komonitas yang terpisah sama sekali satu sama lain. Bahkan dalam keadaan yang wajar diantara keduanya terdapat hubungan yang erat. Bersifat ketergantungan, karena diantara mereka saling membutuhkan. Kota tergantung pada dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan bahan pangan seperti beras sayur mayur , daging dan ikan. Desa juga merupakan sumber tenaga kasar bagi bagi jenis jenis pekerjaan tertentu dikota. Misalnya saja buruh bangunan dalam proyek proyek perumahan. Proyek pembangunan atau perbaikan jalan raya atau jembatan dan tukang becak. Mereka ini biasanya adalah pekerja pekerja musiman. Pada saat musim tanam mereka, sibuk bekerja di sawah. Bila pekerjaan dibidang pertanian mulai menyurut, sementara menunggu masa panen mereka merantau ke kota terdekat untuk melakukan pekerjaan apa saja yang tersedia.

“Interface”, dapat diartikan adanya kawasan perkotaan yang tumpang-tindih dengan kawasan perdesaan, nampaknya persoalan tersebut sederhana, bukankah telah ada alat transportasi, pelayanan kesehatan, fasilitas pendidikan, pasar, dan rumah makan dan lain sebagainya, yang mempertemukan kebutuhan serta sifat kedesaan dan kekotaan.

Hubungan kota-desa cenderung terjadi secara alami yaitu yang kuat akan menang, karena itu dalam hubungan desa-kota, makin besar suatu kota makin berpengaruh dan makin menentukan kehidupan perdesaan.

Secara teoristik, kota merubah atau paling mempengaruhi desa melalui beberapa caar, seperti: (i) Ekspansi kota ke desa, atau boleh dibilang perluasan kawasan perkotaan dengan merubah atau mengambil kawasan perdesaan. Ini terjadi di semua kawasan perkotaan dengan besaran dan kecepatan yang beraneka ragam; (ii) Invasi kota , pembangunan kota baru seperti misalnya Batam dan banyak kota baru sekitar Jakarta merubah perdesaan menjadi perkotaan. Sifat kedesaan lenyap atau hilang dan sepenuhnya diganti dengan perkotaan; (iii) Penetrasi kota ke desa, masuknya produk, prilaku dan nilai kekotaan ke desa. Proses ini yang sesungguhnya banyak terjadi; (iv) ko-operasi kota-desa, pada umumnya berupa pengangkatan produk yang bersifat kedesaan ke kota

 

PENGERTIAN DESA / PEDESAAN

 

1. Sutardjo Kartohadikusumo

Desa adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat yang berkuasa mengadakan pemerintahan sendiri.

2. C.S. Kansil 

Desa adalah suatu wilayah yang ditempati oleh sejumlah penduduk sebagai kesatuan masyarakat termasuk di dalamnya kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai organisasi pemerntahan terendah langsung dibawah camat dan berhak menyelenggarakan rumah tangganya sendiri dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia

3. Menurut Bintarto

Desa merupakan perwujudan atau kesatuan geografi, sosial, ekonomi, politik, dan kultural yang terdapat di situ(suatu daerah) dalam hubungannya dan pengaruhnya secara timbal-balik dengan daerah lain.

 

CIRI-CIRI DESA

 

Menurut Paul H. Landis

a. Mempunyai pergaulan hidup yang saling kenal mengenal antara ribuan jiwa.

b. Ada pertalian perasaan yang sama tentang kesukaan terhadap kebiasaan.

c. Cara berusaha (ekonomi) adalah agraris yang paling umum yang sangat dipengaruhi alam seperti: iklim, keadaan, alam, kekayaan alam, sedangkan pekerjaan yang bukan agraris adalah bersifat sambilan.

d. Sistem kehidupannya berkelompok

e. Termasuk kedalam masyarakat homogen dalam hal mata pencaharian, agama, adat-istiadat

f. Homogenitas Sosial

g. Hubungan primer

h. Kontrol sosial yang ketat

i. Gotong-royong

j. Ikatan sosial

k. Magis religius

 

 

UNSUR-UNSUR DESA

a. Daerah atau wilayah. Daerah meliputi lokasi, luas, batas-batas wilayah, keadaan tanah, dan pola penggunaannya. Setiap desa memiliki potensi, berupa sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sumber daya manusia harus mampu mengolah dan memanfaatkan sumber daya alam yang terdapat di desa sehingga desa tersebut akan berkembang lebih pesat. Demikian pula dengan letak atau lokasi desa, faktor tersebut mempunyai pengaruh yang besar terhadap perkembangan desa. Jika desa terletak di daerah yang relatif datar dan dekat dengan kota, desa tersebut akan mengalami perkembangan yang lebih pesat dibandingkan dengan desa yang letaknya terpencil dan keadaan topografinya kurang baik.

b. Penduduk. Pembahasan permasalahan penduduk meliputi kuantitas dan kualitas penduduk desa. Kuantitas penduduk meliputi jumlah, pertumbuhan, kepadatan, penyebaran, dan mobilitas. Kualitas penduduk meliputi tingkat pendidikan, kesehatan, mata pencaharian, dan tingkat kesejahteraan atau kemakmuran penduduk. Jika suatu desa memiliki kualitas penduduk atau sumber daya manusia yang tinggi, desa tersebut akan berkembang lebih pesat dari desa lainnya.

 

c. Tata Kelakuan. Tata kelakuan meliputi pola tata pergaulan dan ikatan pergaulan masyarakat desa atau seluk-beluk mengenai masyarakat desa (rural society).

 

FUNGSI  DESA

Desa sebagai hinterland (pemasok kebutuhan bagi kota)
Desa merupakan sumber tenaga kerja kasar bagi perkotaan
Desa merupakan mitra bagi pembangunan kota
Desa sebagai bentuk pemerintahan terkecil di wilayah Kesatuan Negara Republik Indonesia
 

PERBEDAAN MASYARAKAT PEDESAAN DENGAN PERKOTAAN

 

Lingkungan Umum dan Orientasi Terhadap Alam, Masyarakat perdesaan berhubungan kuat dengan alam, karena lokasi geografisnyadi daerah desa. Penduduk yang tinggal di desa akan banyak ditentukan oleh kepercayaan dan hukum alam. Berbeda dengan penduduk yang tinggal di kota yang kehidupannya “bebas” dari realitas alam.
Pekerjaan atau Mata Pencaharian, Pada umumnya mata pencaharian di dearah perdesaan adalah bertani tapi tak sedikit juga yg bermata pencaharian berdagang, sebab beberapa daerah pertanian tidak lepas dari kegiatan usaha.
Ukuran Komunitas, Komunitas perdesaan biasanya lebih kecil dari komunitas perkotaan.
Kepadatan Penduduk, Penduduk desa kepadatannya lbih rendah bila dibandingkan dgn kepadatan penduduk kota,kepadatan penduduk suatu komunitas kenaikannya berhubungan dgn klasifikasi dari kota itu sendiri.
Homogenitas dan Heterogenitas, Homogenitas atau persamaan ciri-ciri sosial dan psikologis, bahasa, kepercayaan, adat-istiadat, dan perilaku nampak pada masyarakat perdesa bila dibandingkan dengan masyarakat perkotaan. Di kota sebaliknya penduduknya heterogen, terdiri dari orang-orang dgn macam-macam perilaku, dan juga bahasa, penduduk di kota lebih heterogen.
Diferensiasi Sosial, Keadaan heterogen dari penduduk kota berindikasi pentingnya derajat yg tinggi di dlm diferensiasi Sosial.
Pelapisan Sosial, Kelas sosial di dalam masyarakat sering nampak dalam bentuk “piramida terbalik” yaitu kelas-kelas yg tinggi berada pada posisi atas piramida, kelas menengah ada diantara kedua tingkat kelas ekstrem dari masyarakat.

Referensi: 

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More