Senin, 04 November 2013

JOKOWI menjadi Capres?


Siapa yang tidak tahu tentang sosok pria yang mempunyai wibawa ini, yaaaa dia bernama joko widodo atau akrab dipanggil jokowi.

Akhir-akhir ini, lembaga survei kian ramai membuat survei terkait siapa tokoh yang populer untuk menjadi presiden pada pemilihan presiden (Pilpres) 2014. Nama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) pun diunggulkan menjadi calon presiden. Ia mengalahkan tokoh lain yang sudah atau belum mendeklarasikan diri sebagai calon presiden (Capres) 2014.

Jokowi maupun PDI Perjuangan sebagai partai yang menaungi karier politiknya sampai detik ini belum mendeklarasikan atau mengumumkan pencapresannya pada Pemilu 2014. Elektabilitas Jokowi pun kian melejit. Namanya pun ramai diperbincangkan masyarakat.

Pada Sabtu (19/10/2013) misalnya, nama Jokowi diperbincangkan dalam sebuah acara peluncuran buku yang berjudul "Jokowi (Bukan) untuk Presiden" di Toko Buku Gramedia Matraman, Jakarta, Sabtu (19/10/2013) pagi.

Effendi Gazali, pakar komunikasi politik, mengatakan bahwa buku ini mewakili suara warga terhadap isu pencapresan Jokowi. Efendi yang pernah mengajak Jokowi ketika masih menjadi Wali Kota Solo untuk memimpin di Jakarta ini menambahkan, buku ini mewakili suara warga yang mendukung Jokowi untuk menjadi presiden pada 2014.

"Hanya ada enam tulisan yang memperingatkan (tidak setuju) jika Jokowi menjadi presiden pada 2014, sisanya mendukung. Namun secara keseluruhan, isi buku ini mengingatkan Jokowi agar tidak terpeleset," kata Effendi pada peluncuran buku ini.

Jokowi Memang Ingin Jadi Presiden

"Jokowi memang ingin menjadi presiden," kata Effendi dalam kesempatan ini. "Namun, tergantung pada karakter dan 'tiket' dari partai yang menaungi serta pengaruh lawan-lawan politiknya," jelasnya.

Secara pribadi Effendi berpendapat, "Seseorang menjadi presiden bukan hanya karena cocok tidaknya menjadi presiden, tapi juga tergantung siapa lawannya, maka (untuk saat ini) Jokowi (bisa) untuk presiden 2014," katanya.

"Sebuah kritik yang terlalu keras (kepada Jokowi) dan kurang beralasan justru akan menguntungkan Jokowi," tambahnya.

Senada dengan Effendi, Pepih Nugraha, Manajer Kompasiana yang juga menjadi pembicara, mengatakan bahwa buku ini merupakan hasil karya Kompasianer (anggota Kompasiana) yang mempraktikkan jurnalisme warga.

"Warga menulis Jokowi di Kompasiana tidak pernah diminta atau dilarang namun ada ribuan artikel tentang Jokowi," kata Pepih. Ketika ada yang peserta yang bertanya tentang ada tidaknya kepentingan dari salah satu partai politik terkait penerbitan ini, Pepih menegaskan, buku ini lahir karena inisiatif Kompasiana.

"Tidak ada kepentingan apapun dalam buku ini dan hanya sebuah bentuk inisiatif dari Kompasiana untuk membukukan tulisan warga tentang Jokowi," jelas Pepih.

"Dengan adanya fenomena tersebut, saya mencoba membantu untuk menambah etalase tulisan warga dalam bentuk buku," tambahnya.

Buku hasil kerja sama antara Kompasiana dengan penerbit Elexmedia Komputindo ini sudah beredar di toko buku sejak 16 September 2014, lalu. "Setelah buku ini, kita juga akan membuat buku tentang Ahok yang juga berasal dari tulisan warga di Kompasiana," kata Pepih.

Buku setebal 300 halaman ini merupakan kumpulan tulisan dari puluhan warga atau anggota blog sosial Kompasiana. Para penulis tersebut mengutarakan pendapat mereka terhadap sosok Jokowi, mulai dari gaya kepemimpinan, kewibawaan, bahkan sampai gebrakan yang dilakukan Jokowi di Jakarta dan Solo ketika dia masih menjabat sebagai walikota. Laporan khas warga juga turut menghiasi halaman demi halaman buku antologi ini.



Megawati Setuju Jokowi Capres PDI Perjuangan


Keabsahan nama Jokowi, dikemukakan sendiri oleh sesepuh PDIP, Sabam Sirait. Pendiri PDI –sebelum menjadi PDI Perjuangan– ini bahkan menyebut, sang Ketua Umum Megawati Soekarnoputri tidak keberatan bila Jokowi maju sebagai capres dari partai.Menurutnya, pengumuman kepada publik terkait hal itu akan dilakukan 5 bulan mendatang. “Saya kira sebelum bulan Maret akan diputuskan,” kata Sabam Sirait di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (31/10/2013).Sabam juga menyatakan, PDIP dan Megawati tidak bisa menolak bila ada dorongan kuat rakyat terhadap Gubernur DKI bernama lengkap Joko Widodo itu untuk maju menjadi calon presiden.“Kalau masyarakat PDIP meminta Ibu Mega agar Jokowi dijadikan capres, saya kira Ibu Mega akan setujui,” jelas ayah dari politisi muda PDIP Maruarar Sirait ini.Nggak Masalah…Sabam juga mengungkapkan, Ketua Umum PDIP itu tidak terlihat keberatan jika Jokowi maju sebagai calon presiden. Namun hanya memilih waktu yang tepat saja untuk mengemukakannya ke publik.“Buat Mega tidak pernah masalah, PDIP tidak keberatan kalau Jokowi. Tapi lihat waktunya nanti. Cuma belum ada waktu yang tepat, tinggal tunggu momen saja,” ucap Sabam.PDIP, sambung Sabam, akan memutuskan Jokowi sebagai capres di menit-menit terakhir jelang Pilpres 2014. Sebab, kata Sabam, jika diputuskan dalam waktu yang cepat maka serangan politik terhadap Jokowi akan semakin keras.“Ada kemungkinan Jokowi nanti di menit-menit akhir dipilih,” kata sesepuh partai yang juga mantan Sekjen PDI ni.Terkait jabatan Jokowi sebagai Gubernur DKI yang belum tuntas, menurutnya, hal itu tidak menjadi masalah. “Kalau rakyat menghendaki bagaimana? Mungkin Anda yang tidak menghendaki,” ungkap Sabam.SumringahLampu hijau dari sang Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sebagai capres pada Pilpres 2014 mendatang, nampaknya membuat mantan walikota Solo itu tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Meski dalam diam, aura bahagia itu tetap terpancar dari pria yang menjabat sebagai Gubernur DKI itu.Lihat saja, kali ini Jokowi tak menjawab dengan kalimat “nggak mikir” atau “tanya Bu Mega”, saat menanggapi pertanyaan soal pencapresan. Namun pria berperawakan kurus tinggi itu hanya melempar senyum tanpa berkomentar apapun.Namun senyum Jokowi kali ini tampak sumringah. Ia pun hanya menggelengkan kepala dan tidak berkomentar apapun saat dikonfirmasi apakah pernyataan bahwa Mega telah memberi restu kepadanya untuk menjadi capres tersebut, benar adanya.Jokowi pun tetap diam ketika ditanya apakah dirinya akan langsung menemui Megawati setelah meninggalkan kantornya di Balaikota. Lagi-lagi ia hanya melempar senyum sambil masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan Balaikota.Selain Gubernur DKI Jokowi, masih ada tokoh PDIP lain yang disebut-sebut bakal diusung sebagai capres pada Pemilu 2014 mendatang. Sosok itu adalah putri bungsu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani.Namun Puan dinilai masih belum pantas untuk maju dan bersaing di arena pilpres nanti. Meskipun begitu, sesepuh PDIP Sabam Sirait menilai Puan sebagai anak yang baik.“Puan itu kan anak baik, tapi tidak cocok jadi presiden. Karena tidak semua orang baik cocok jadi presiden,” tutup Sabam. (zul)



 Guruh Tidak Setuju Jokowi Maju Jadi Capres 2014

JAKARTA (Pos Kota) – Karier politik Joko Widodo akrab disapa Jokowi menuju kursi Presiden RI dengan mengendarai PDIP dJiganjal Guruh Soekarnoputra. Penolakan disampaikan secara terbuka, Kamis (24/10).

Adik kandung Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri itu, menyatakan tidak untuk Jokowi maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014. “Majunya untuk pilpres periode mendatang saja. Tahun 2014 belum,” katanya di gedung DPR RI.

Guruh enggan menjelaskan perihal penolakannya. Siapa tokoh yang bakal dimajukan PDIP, Guruh mengelak berkomentar kecuali menegaskan bahwa, sampai saat ini calon presiden (capres) dari partainya belum diputuskan.”Sampai sekarang belum ada keputusan,” lanjutnya.

CALON REALISTIS

Di tempat terpisah, politisi Partai Hanura Yudi Crisnandi angkat bicara tentang capres mendatang. “Idealnya yang maju pasangan capres tua dan muda. Kalau sekarang bagi Jokowi pun masih harus melewati jalan terjal berliku di internal PDIP,” katanya di Gedung DPR.

Paling realistis, lanjutnya, tokoh-tokoh yang ada sekarang seperti Wiranto, Prabowo, Megawati dan Aburizal Bakrie.

Reaksi lain muncul dari peneliti senior Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo. Katanya, semakin banyak elite politik memojokkan Jokowi, membuatnya semakin banyak meraih dukungan. “Akan jadi bumerang bagi elite politik yang memojokan Jokowi,” tegasnya pula. (winoto/rizal/inung)

Teks : Warga membubuhkan tanda tangan di spanduk ‘Petisi Dukungan Jokowi Capres 2014′ di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Minggu (20/10). Kegiatan tersebut sabagai bentuk dukungan kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk maju menjadi calon presiden pada Pemilu 2014.(yogi)


Jokowi menjadi capres atau tetap menjadi gubernur?


Menurut masyarakat kebanyakan memang lebih memilih jokowi menjabat sebagai gubernur karena masa gubernur itu 5 tahun maka lebih baik jokowi menyelesaikan tugasnya lebih dulu. Tetapi banyak pula yang memilih jokowi sebagai capres 2014 karena kinerja dia kurang lebih satu tahun di DKI Jakarta ini memang ssudah bagus daripada sebelumnya sudah terlihat banyak perubahan mulai dari perumahan, transportasi, dan masih banyak lagi.


Sumber:
http://nasional.kompas.com/read/2013/10/19/1854325/Effendi.Ghazali.Jokowi.Memang.Ingin.Jadi.Presiden
http://indonesia.kini.co/2013/11/01/00/41/17/7846/megawati-setuju-jokowi-capres-pdi-perjuangan.html
http://m.poskotanews.com/2013/10/25/guruh-tidak-setuju-jokowi-maju-jadi-capres-2014/


1 komentar:

kawan, karena kita sudah mulai memasuki mata kuliah softskill akan lebih baik jika blog ini disisipkan link Universitas Gunadarma yang merupakan identitas kita sebagai mahasiswa di Universitas Gunadarma juga sebagai salah satu kriteria penilaian mata kuliah soft skill seperti

- http://www.gunadarma.ac.id
- http:/studentsite.gunadarma.ac.id
- http://www..baak.gunadarma.ac.id

untuk info lebih lanjut bagaimana cara memasang RSS , silahkan kunjungi link ini
http://hanum.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/folder/0.5

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More